Feeds:
Posts
Comments

KOLESTEROL

Di dalam tubuh, kolesterol akan terlibat dengan protein membentuk senyawa yang disebut dengan lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yakni low desity lipoprotein (LDL) dan high density lipoprotein (HDL). LDL (lemak jenuh atau lemah jahat) lebih banyak mengandung lemak daripada HDL dan karena itu lebih ringan. LDL sering disebut sebagai komponen yang memicu penumpukan kolesterol di dinding arteri, sehingga disebut dengan kolesterol jahat. HDL adalah koleserol baik yang tugasnya sebagai pembesih kolesterol dari dinding ateri dan membawa kembali ke hati tempat kolesterol dipecah dan dikeluarkan. Seseorang dengan kolesterol HDL tinggi mempunyai resiko berpenyakit jantung lebih kecil. Upaya meningkatkan kadar HDL dapat dilakukan dengan olahraga rutin, sedangkan menurunkan kadar LDL bisa dilakukan dengan mengubah pola makan, berhenti merokok, mengusahakan berat badan seimbang, serta menghindari stress dan depresi.

Kolesterol jahat yang melebihi batas normal harus diwaspadai, jika diabaikan akan berdampak serius bagi kesehatan dan bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit jantung koroner, stroke, dan impotensi akibat menyempitnya pembuluh darah ke otak, jantung dan pembuluh darah perifer.

Kolesterol merupakan lemak yang terjadi secara alamiah di dalam tubuh manusia. Peningkatan kadar kolesterol LDL selalu didahuli dengan pola makan yang tidak sehat, yang terlalu berlebihan mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi atau lemak jenuh yang banyak terdapat pada hewan, seperti daging, jeroan, otak, kuning telor, sumsum tulang, kuah atau kaldu, dan kulit ayam. Kolesterol yang berasal dari lemak binatang (lemak jenuh), biasanya menjadi penyebab utama terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Sementara itu, lemak tidak jenuh berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kdelai, margarine, dan minyak sawit tidak menyebabkan peningkatan kadar kolesterol di dalam darah, Lemak tidak jenuh ini sering sekali disebut dengan kolesterol baik (HDL).

Kolesterol LDL mudah melekat di dinding sebelah dalam pembuluh darah dan menyebabkan penumpukan lemak yang dapat menyempitkan pembuluh darah. Proses penebalan pembuluh darah karena penumpukan lemak disebut dengan aterosklerosis, Kolesterol juga diperlukan untuk mebuat beberapa jenis hormon yang penting bagi tubuh, Meskipun demikian, jika kadarnya meningkat melebihi kebutuhan akan menumpuk di dinding arteri dan dapat mengakibatkan serangan jantung dan pendarahan otak atau stroke.

Kadar klesterol cenderung meningkat pada seseorang yang mengalami obesitas, aktivitas fisik yang sangat kurang (jarang olah raga), stres atau depresi berat dan perokok.

  • Penyebab Kolesterol tinggi
  1. Terlalu banyak mengkonsumsi lemak binatang, seperti daging, jeroan, telur, udang, kerang, kepiting, sumsum tulang, cumi, kulit ayam dan kikil.
  2. Semua lemak yang menempel di daging sebelum dimasak
  3. Kelebihan berat badan jarang oleh raga
  4. Gaya hidup yang tidak seimbang dan pola makan yang tidak teratur
  5. Faktor keturunan atau riwayat keluarga yang menderita kadar kolesterol tinggi, hipertensi, dan penyakit pada jantung.
  • Pencegahan
  1. Pola makan seimbang, tidak berlebihan, terutama yang mengandung kadar kolesterol tinggi, seperti lemak hewani harus dikurangi sebanyak mungkin.\
  2. Konsumsi sayuran dan buah dalam jumlah yang diperlukan tubuh.
  3. Menjaga berat badan seseuai dengan umur dan tinggi badan.
  4. Berolahraga secara teratur minimum 3 kali dalam seminggu.
  5. Berhenti merokok bagi perokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol dan menghindari stress.
  6. Memeriksakan kadar kolesterol LDL, HDL, kolesterol total, dan trigliserida secara berkala, minimum 6 bulan sekali dan mengobatinya sampai turun ke batas normal.
  • Ramuan untuk Mengatasi atau Menurunkan Kadar Kolesterol

Ramuan  1

Bahan                 : 30 gram daun asam, 7 lembar daun salam, daun murbei secukupnya, 5 lembar daun sambung nyawa, 20 gram seledri, 3 gelas air (600 ml).

Cara pembuatan : Semua bahan dicuci bersih, diiris atau dirajang kecil-kecil, direbus hingga air rebusan tinggal  1 ½ gelas, kemudian disaring

Aturan minum    : diminum 2 kali ¾ gelas sehari pada pagi dan sore hari.

Ramuan 2

Bahan                 :  30 gram temulawak (koneng ageung), 2 jari asam jawa, 7 siung bawang putih, 30 gram sambiloto, dan 3 gelas (600  ml) air.

Cara pembuatan :  Semua bahan dicuci bersih, diiris kecil-kecil atau dirajang, direbus hingga air rebusan tinggal  1 ½ gelas, kemudian disaring

Aturan minum    :  diminum 2 kali ¾ gelas sehari pada pagi dan sore hari.

 

NILAI AMAL

Ahmadz Triyudo

Segala amal perbuatan seseorang nilainya tergantung kandungan pada amal tersebut; niat – cara – tujuan – syarat – sara – syari’ah – keadaan diri. Namun ada hal-hal yang membatalkan amal seseorang, misalnya keadaan diri yang kafir dan tidak mengikuti syari’ah.

    • Yang pertama dan paling utama, agar supaya amal seseorang dapat diterima oleh Allah swt, adalah keadaan dirinya harus beriman dan tiada kekafiran, kemusyrikan, kemunafikan dan kefasikan.

      Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia).Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. (QS. 14:18)

      Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjis-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendir kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka itu kekal di dalam neraka. (QS. 9:17)

    • Manusia bisa tertipu dengan amal perbuatan seseorang, tetapi Allah tidak mungkin demikian karena Dia Yang Maha Mengetahui Yang Ghaib dan Yang Nyata.

    • Seorang ulama besar yang mengagumkan banyak orang, baik dalam ilmu maupun kesolehannnya, bila masih ada riya ataupun sampai memecah belah agama dalam golongan, maka Allah tidak akan menerima amalnya. Bahkan disebutkan dalam hadits kursi orang yang demikian itu termasuk ahli neraka.
    • bagaimana dg ksabaran pak ustad, karena wini khilangan ksabaran akhir2 ini.

    • ‎@WM : Kesabaran adalah suatu yang menentukan sekali dalam meraih kesurgaan.

      Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS. 3:142)

      Karena hanya dengan kesabaranlah, manusia dapat menang dari musuh-musuhnya, seperti hawa nafsu, duniawi, kekafiran, ketergesa-gesaan, syaitan dan sebagainya.

    • Sebaliknya, bila ada seseorang yang tidak terkenal, bahkan mungkin dianggap rendah bagi orang lain, tetapi di benar-benar beriman dan bertaqwa, dan setiap amal perbuatannya tidak keluar dari ketetapan Allah seperti yang saya sebutkan dimuka, dan dia selalu mendapat ridha dari Allah dalam setiap amalnya, sudah dipastikan dialah ahli surga yang sebenarnya.

    • Hai orang-orang yang beriman, ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (nilai) amal-amalmu” (QS. 47:33)

    • Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:262)

    • Seorang yang benar-benar beriman, bila hendak berangkat berkerja selalu diawali do’a mohon perlindungan dan pertolongan Allah agar perjalanannya lancar sampai ke tempat kerja. Dia juga minta dido’akan oleh keluarganya dan memberi salam kepada mereka.

      Sepanjang perjalannya selalu berzikir kepada Allah, bila ada gangguan tetap sabar. Setibanya di tempat kerja dengan selamat, dia tidak llupa memuji Allah, bersyukur atas pelindungan yang dikaruniakanNya. Sampai di tempat kerja dia menyampaikan salam kepada rekan kerjanya, dan memulai kerjanya dengan berdo’a kepada Allah. Demikian pula dalam melaksanakan pekerjaan selalu ingat akan syari’at Allah, sedikitpun tidak lepas dari padanya. Bila menghadapi kesulitan dia selalu kembalikan kepada Allah dengan sabar. Dan menutup pekerjaannya dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah.

    • Teman2, saya telah menguraikan secara panjang lebar tentang hakikat dari sabar pada status saya sebelumnya, perihal pensucian diri.
      Pada pengajian tadi siang kebetulan ada tamu yang baru ikut mengkaji, dia menyatakan bahwa merasa telah mentaati semua perintah Allah, tetapi selalu dikuasai oleh hawa nafsunya dan sering kehilangan kesabarannya.
      Saya jawab bahwa kesabaran itu adalah karunia Allah yang diberikan kepada hambanya yang benar2 beriman dan bertakwa.
      Manusia yang iman masih lemah dan belum benar2 bertaqwa akan selalu diliputi kekhawatiran akan masa depannya, dan yang dikhawatiri selalu masalah duniawi. Orang2 yang tidak memiliki kesabaran, selalu merasa takut atau khawatir kalau akan menjumpai masalah didepan yang ia usahakan atau lakukan.
      Seorang anak yang menjalani ujian merasa khawatir terhadap hasil ujiannya, dan tidak yakin dengan kemampuannya, maka iapun menyiapkan sontekan
      Seorang calon karyawan yang tidak yakin dengan ketetapan Allah dan kemampuan dirinya, maka dia mengambil jalan pintas dengan menyogok penerima karyawan. Begitu pula dengan si penerima karyawan melihat ada kesempatan untuk dapat uang merasa khawatir kalau kesempatan itu hilang, maka diapun menerima sogokan tersebut.
      Allah memberi contoh peristiwa besar yang dialami Nabi Musa dalam mencari ilmu dari Nabi Khaidir, karenaz ketidak sabarannya maka Nabi Musa urung mendapat ilmu yang tinggi dari Nabi Khaidir.
    • Seseorang untuk menjadi karyawan harus melalui persyaratan2 tertentu, misalnya mempunyai ijazah atau kualifikasi pekerjaannya, lulus ujian saringan yang terdiri dari tes ketrampilan, psychotest. dan kesehatan. Sesudah lulus, dia masih harus menjalani masa percobaan selama 3 bulan, barulah dijadikan karyawan tetap. Kemudian dalam waktu satu tahun hasil kerjanya akan dievaluasi oleh atasannya, apakah layak untuk mendapatkan promosi atau merit increase dari hasil kerjanya.

    • Banyak orang yang menyeru orang lain untuk berjihad. Apakah mereka sudah memahami benar2 apa makna dan hakikat dari jihad itu ? Sudahkah dia memahami benar2 syari’at Islam yang menjadi pedoman bagi dirinya ? Bagaimana dengan tauhidnya – laailahaillalahnya – laahaula wallaquwwatanya- innalillahi wa innailaihi raji’unnya, sami’na wa’atha’nanya, insya Allahnya ? Apakah dia sudah menyatukan dirinya dengan 10 pedoman untuk melakukan amal ? Kalau belum apakah amalnya tidak akan menjadi sia2 ? Salah seorang yang akan dihisab pertama kali adalah para mujahid. Bila dalam berjihad tidak sesuai dengan syari’at, misalnya ada niat, cara, tujuan, syarat, sara, syari’at yang salah maka sia2lah amal itu. Bahkan ada yang berjuang kemudian mengharapkan mendapatkan gelar atau sebutan mujahid dari manusia. maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka jahannam.
    • Seorang pejabat yang memangku jabatannya tidak didasari dengan niat – cara – tujuan – syarat – sara – syari’at -keadaan diri yang benar tidak akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. Maka muncullah pejabat yang tidak amanat, koruptor, penipu rakyat dan sebagainya.
      Yang anehnya oleh sekelompok pendukungnya pejabat semacam ini diusulkan untuk jadi pahlawan nasional ????
      Untuk menjadi penyampai atau juru dakwah syaratnya tidak mudah, karena dia harus mendapatkan kitab – hikmah – kenabian atau pedoman – ilmu pengetahuan dan petunjuk. (lihat Qs 6:89),
    • Pada akhir2 ini banyak sekali orang yang beramai-ramai menjadi da’i yang berpedoman dengan hanya satu hadits : sampaikan walaupun satu ayat. Dengan hanya berpedoman pada dalil ini, mereka melupakan dalil2 lainnya bahkan ayat2 Allah lainnya yang merupakan hukum dalam berda’wah.
      Akibat dari tidak lengkapnya hukum berdakwah yang digunakan, maka da’i tersebut semakin membingungkan ummat Islam, bahkan yang lebih fatal lagi adalah menyesatkan ummat.
      Lihatlah apa yang telah dihasilkan oleh banyaknya juru dakwah di negeri ini, berkurangkah korupsi dan suap ? Adakah perbaikan akhlaq pada anak2 muda, polisi, jaksa, hakim, anggota legislatif, pejabat, aparat negara dan pengusaha ?
    • Keadaan diri manusia akan sangat menentukan hasil dan nilai amalnya.
      Bila saya sebagai penyampai, kemudian orang2 yang saya nasihati tidak ada perobahan dalam diri2 mereka dengan penyampaian saya tersebut, maka saya perlu evaluasi diri. Bagaimanakah keadaan diri saya ini, sudahkah saya memiliki kriteria yang lengkap dan benar sebagai penyampai sesuai syari’at. sehingga saya pantas diikuti atau dijadikan contoh bagi jama’ah saya ??
      Ataukah ada yang tidak benar dengan cara penyampaian saya, sehingga Allah tidak menolong dan membimbing saya ?
      Ataukah demikian parahnya penyakit yang diderita oleh jama’ah saya, sehingga diperlukan cara2 yang intensif dalam berdakwah ?
    • betul tu pak, mengikut pengalaman saya, dakwah memang sukar, hampir saja saya angkat tangan,

    • Ahmadz Triyudo

      Yang perlu disadari oleh penyampai, bahwa menyampaikan risalah Ilahi tidak bisa hanya mengandalkan ilmu yang di dapat di bangku sekolah, madrasah atau pesantren. Karena satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa kebenaran itu adanya di sisi Rabb semesta ‘alam. Dan bila kita menyampaikan risalah tanpa pedoman – ilmu – petunjuk, maka bisa jadi mereka menyesatkan umat. Memberi petunjuk dan penjelasan tentang ayat-ayat Allah adalah hak Dia semata, dan tidak seorangpun yang berhak mengambil hak Allah.

      Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS. 2:147)

      Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siap yang dikehendaki-Nya. (Qs 2:272)

      Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. (QS. 75:19)

      Bila seorang penyampai sampai menyesatkan jama’ahnya dia harus menanggung dosa dirinya dan sebagian dosa orang2 yang disesatkan :

      (ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu. (QS. 16:25)

    • Kembali kepada status awal, bahwa keadaan seseorang atau kualitas diri akan sangat menentukan penilaian terhadap amal perbuatan seseorang. Rusaknya negara ini karena ditangani oleh pejabat-pejabat dan aparat hukum yang moral dan akhlaqnya rusak, yang benar dianggap salah dan yang salah dianggap benar.

      Bila kualitas atau keadaan diri benar2 dalam iman dan taqwa, maka penilaian amal selanjutnya tergantung dari niat – cara – tujuannya dan syarat – sara – syari’atnya.

      Pernikahan adalah ibadah, dan nilai ibadah pernikahan itupun tidak luput dari faktor2 yang saya sebutkan di atas. Bila terjadi adanya riya, acara adat, bid’ah dll, adalah diakibatkan kualitas diri pengantin berdua dan para keluarganya yang masih perlu diperbaiki, terutama dalam hal keimanan dan ketakwaan mereka.
    • Seorang dokter bisa memeras pasiennya karena keadaan / kualitas dirinya yang tidak baik. Seorang pengendara tidak mau memberi kesempatan kepada pejalan kaki, karena kualitas dirinya yang tidak baik sehingga tidak mau memahami hukum lalin yang ada.
      Seorang petugas hukum mempermainkan orang yang kena perkara, karena akhlaq / moral / kualitas dirinya yang rusak.
      Demikian pula apabila dana operasi yang sudah dianggarkan dari pusat sampainya di yang bersangkutan berkurang banyak adalah karena masalah kualitas diri.
    • Maraknya daging oplosan, makanan campur pengawet, dll juga dipicu oleh akhlaq dan moral yang buruk.

      Pemborong melakukan mark up, atau hasil kerjanya jauh dibawah standard juga berkaitan dengan kualitas manusia.

      Para pejabat dan wakil rakyat tidak mau memenuhi janjinya dan tidak mau mendengarkan rakyat maka juga dikarenakan oleh keadaan diri pejabat tersebut tidak baik.

    • Kedudukan niat dalam suatu amal perbuatan adalah sangat penting, karena dari niatnya akan ketahuan bahwa seseorang itu melakukan sesuatu ikhlas karena Allah atau tidak.

    • Seseorang melakukan kebaikan, misalnya memberi sedekah ke fakir miskin, tetapi di dalam dirinya ada kekafiran, atau cara memberi sedekahnya dengan menyakiti hati sipenerima, atau dalam hatinya tidak ikhlas maka sedekahnya sia-sia belaka.

    • Seorang suami yang didalam dirinya ada kekafiran, kmusyrikan, kemunafikan atau kefasikan. tidak akan bisa memimpin isteri dan anak2nya dengan baik, Demikian juga seorang suami yang beriman, tetapi dalam memimpin keluarga tidak berpedoman pada syarat – sara – syari’ah dengan benar maka kepemimpinannya tidak menghasilkan manfaat bagi keluarganya maupun dirinya.

    • YANG MENJADI PERHATIAN ADALAH BAGAIMANA SETIAP TINDAKAN KITA MEMPUNYAI NILAI POSITIF DAN DINILAI SEBAGAI AMAL SALEH DIHADAPAN ALLAH. DAN KITA HARUS MENGHINDARI NILAI NEGATIF AMAL KITA.

 

 

Ahmadz Triyudo

Kepada sahabat-sahabatku kawula muda, tetap semangat dalam menolong Dien Allah, perdalam ilmu Allah dengan sebaik-baiknya, tetap istiqamah – khusyu dan tumaninah dalam perjuangan. Jangan lupa musuh2 yang menghadang baik yang ada di luar maupun yang ada dalam diri kalian. Allahu Akbar – Allahu Akbar – Allahu Akbar.

    • Allohu akbar…..

    • Amien… InsyaAllah… Salam Pak AT…

    • @AR : Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh

    • Tetaplah sabar dan tumaninah, jangan grusa-grusu. Jangan sampai kita hendak melawan thoghut tetapi ternyata anda masih menggunakan thoghut untuk melawan thogut-thoghut lainnya. Akibatnya sekedar perang thoghut, thoghut siapa yang lebih kuat akan menang. Hanya dengan pertolongan Allahlah kemenangan bisa dicapai.

      Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (QS. 2:45)

      Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (QS. 3:120)

      ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. (QS. 3:125)

      Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantaramu, maka mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (QS. 8:65)

      Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS. 3:200)

    • Banyak orang yang berjuang di jalan Allah, kemudian kandas di tengah jalan karena tidak menggunakan niat-cara-tujuan serta syarat-sara’-syari’at yang benar. Menggunakan syari’at Islam tetapi penuh dengan hawa nafsu, dendam dan kebencian maka tidak akan jalan. Sudahkah kita mewarisi akhlaq Rasulullah Muhammad dalam berjuang; sabar, rendah hati dan jujur.

    • Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang besar. (QS. 25:52)

    • wejangan2 pak ahmad sungguh menyejukkan ,ini yg kaum muda butuhkan.

    • Hindari berbantah-bantahan karena perbedaan pendapat :

      Dan ta’atlah kepada Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. 8:46)

      Persamaan kita jauh lebih banyak daripada perbedaannya, oleh karena itu lupakan perbedaan dan marilah kita bersatu dalam persamaan. Kalau ada perbedaan dalam meri kita kembalikan kepada Allah dan RasulNya.

      Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. 4:59)

 

Ahmadz Triyudo

Allah telah memberi karunia kepada manusia dengan pendengaran, penglihatan. hati, fikiran dan akal, ditambah lagi dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari bangku sekolah dan kehidupan bermasyarakat. Lapangan kerja sebetulnya cukup banyak, cuma masalahnya mau tidak manusianya mengambil pekerjaan yang tidak sesuai keinginannya ?

    •  

      Ahmadz Triyudo 

      Masih banyak anak muda yang bercita-cita jadi PNS, padahal mereka tahu prosedur untuk masuk kesana dan bagaimana sistem kerja disana.
      Saya mengamati banyak anak muda yang sukses jadi pengusaha dengan modal awal yang sangat minim.
      Lapangan kerja di bidang pertanian, industri kerajinan, jasa kebersihan, pariwisata dll masih terbuka sangat luas.
    •  

      kebanyakan manusia ingkar 

    •  

      itulah,,,,banyak yg mengingkari “hidayah” tersebut karena masih banyak yg bilang belum dpt “hidayah” pdahal dri sebelum lahir kita sudah dpat “hidayah”,,,, 

    •  

      Ahmadz Triyudo 

      Setiap sarjana pertanian dididik untuk mengelola pertanian, sudah barangtentu seharusnya mau memajukan petani dalam pengolahan tanaman baik di sawah, kebun maupun ladang. Tetapi karena merasa sudah menjadi sarjana, mereka merasa rendah kalau turun ke sawah, ke kebun atau ke ladang. Mereka lebih suka berada dibelakang meja, gengsi. Padahal Indonesia ini tanahnya subur, sarjana pertaniannya banyak, kenapa bidang pertanian malah hidupnya megap-megap ?
      Kenapa alat pertanian seperti cangkul, sekop dsb ? Maaf masih banyak sarjana pertanian / kehutanan yang menjadikan usaha pertanian sebagai proyek, tetapi hasilnya masih sangat mengecewakan. Ditambah lagi dengan peraturan pemerintah daerah atau pusat yang menjadikan lahan subur sebagai perumahan atau industri.
    •  

      @RH & IJS : Benar sekali apa yang anda katakan, masih banyak masyarakat Indonesia yang “Islam” ini mengingkari nikmat yang Allah berikan kepada kita. 

    •  

      Padahal kalau bidang perikanan, peternakan dan pertanian diusahakan dengan sungguh-sungguh, akan membuka lapangan kerja yang banyak dari pengelolaan sampai pengolahan/industri pangan. Pengangguran berkurang, bangsapun sehat karena makanan yang sehat tersedia dengan melimpah. 

    •  

      Benar ya Pak, kebanyakan yg mau kerja yg ringan2 aja/yg sesuai dgn keinginan hatinya aja,,malas utk menggali/menciptakan yg baru,
      /mengolah apa yg ada dihadapannya…., kenapa begitlu ya…??? 

    •  

      Pemuda2 banyak yang urbanisasi, pergi ke kota cari kerjaan, tidak didapat pekerjaannya jadi pengamen, preman, dl. Padahal di kampung sawah ladangnya membutuhkan uluran tangan mereka. Akibatnya banyak lahan tidur, atau dijual ke industri 

    •  

      Ahmadz Triyudo 

      Bangsa Singapore yang tidak punya sumber daya alam dan hanya mengandalkan sumberdaya manusia bisa kaya.
      Bangsa Jepang dan Korea dengan minimnya sumberdaya alam yg mereka miliki bisa jadi raksasa dunia. Tidak lain karena sumberdaya mereka memiliki kualitas dan kualifikasi.
      China dengan mengandalkan kuantitas SDM nya bisa membuat produk yg murah yg dipasarkan kemana-mana, dan mereka bangkit menjadi raksasa dunia.
      Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah, rakyatnya mengenyam pendidikan yang baik, dan penduduknya mayoritas Islam yang seharusnya dari segi kualitas SDM lebih baik dari negara2 lain tersebut dimuka, kenaoa justru posisinya jauh dibawah mereka ? Seharusnya wakil rakyat dan pemerintah menyadari hal ini dan mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas dan ketrampilan SDM.
    •  

      Ahmadz Triyudo 

      Yang utama adalah majemen SDM itu harus benar2 baik. Tenaga Indonesia di perusahaan2 asing baik di Indonesia maupun di luar negeri dapat menunjukkan kinerja yang baik, karena manajemen mereka yang baik pula. Salah satu yang masih kurang atau bahkan tidak terdapat pada manajemen SDM pemerintahan atau BUMN, adalah tidak adanya disiplin. Penghargaan dan hukuman yan seharusnya diterapkan dalam manajemen SDM seolah-olah tidak berlaku di PNS dan BUMN. Kalau ada pegawai yg tidak disiplin dibiarkan. kalau ada yang berbuat kesalahan paling dimutasi, jarang ada PNS yg dikeluarkan dari pekerjaannya. Begitu juga masalah penghargaan kepada pegawai yang berprestasi masih kurang. Malah anehnya yang dapat mendekati atasan itu yang dapat perhatian.
    •  

      Padahal kalau kita benar2 mau menelaah dengan baik. banyak teori tentang manajamen SDM kebanyakan diadopsi dari Al Qur’an. 

    •  

      Ahmadz Triyudo 

      Coba masalah reward dan punishment (penghargaan dan hukuman) Al Qur’an banyaj sekali membicarakan hal ini, yaitu pahala dan siksa.
      Masalah pengawasan, Allah adalah Pengawas yang terbaik, dan manusia diharuskan untuk selalu zikir, istiqamah, khusyu’ dan tumaninah.
      Masalah kualitas SDM di dalam Islam sangat di utamakan, demikian masalah kualifikasi, Rasulullah pernah bersabda bahwa pekerjaan yg tidak dilakukan ahlinya pasti rusak.
      Al Qur’an juga mengindikasikan pentingnya manajemen waktu, organisasi, dan sistem prosedur.
    •  

      sebenarnya “kesalahan” bukan mutlak pada pemerintahan, karena pemerintahan skr menang juga krna pilihan rakyat, yg harus koreksi diri adalah para “pimpinan”, baik itu pimpinan pemerintahan, pimpinan agama, sampe pimpinan keluarga, dan yg lebih penting adalah apakah kita sudah betul “memimpin” diri kita sndiri ? 

    •  

       

      Memang pangkal permasalahan adalah pada diri-diri muslim itu sendiri. Bila setiap diri muslim itu menyadari siapa dirinya, dan kewajiban serta amanah apa yang berada dalam pundak masing-masing, maka negeri ini tidak seperti ini jadinya.Pemimpin negara ini tidak bisa memimpin negara ini dengan baik, karena mereka ibarat boneka yang dikendalikan oleh banyak partai (koalisi). Demikian juga para pemimpin agama, mereka tidak amanah dan mengabdi kepada Allah semata, mereka masih mengabdi pada golongannya atau egonya, bahkan mungkin mengabdi kepada kepentingannya sendiri. 

    •  

       

      Smg Allah swt melimpahkan HidayahNya kpd kita semua selaku warga negara Indonesia utk sgr menyadari segala tugas/kewajibannya sbg pemilik Ibu Pertiwi tercinta ini untuk lebih memelihara, meningkatkan dan mensyukuri Nikmat negeri yg luar biasa ini utk kesejahteraan seluruh pnghuninya agar benar2 menjadi Hamba2Nya yg Sejahtera, Damai, Tenang-tentram yg menjadikan Hamba2 berAkhlaqul karimah yg benar2 Taat dan bertaqwa kpd Allah swt, Bahagia dan Selamat di Dunia dan Akherat nanti, Amiinn..Yaa.. Robbal Alamiinn…
    •  

       

      ‎@Bu Aisyah : Amin ya Rabbal alamin. “SADAR” itulah kalimat kunci untuk perbaikan negeri ini. Setelah “SADAR” kemudian segera “TAUBAT” untuk “MEROBAH DAN MEMPERBAIKI DIRI”.Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya); sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 16:119) 

      Siksan Allah terhadap bangsa ini sudah berkepanjangan, kuncinya adalah SADAR dan MEROBAH DIRI.

      Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri (keadaan diri), dan sesungguhnya Allah Maha Pendengar lagi Maha Pengetahui. (QS. 8:53)

Ahmadz Triyudo

Mengapa orang harus nyogok untuk dapat pekerjaan ? Yang jelas karena mereka tidak beriman dan bertakwa, tidak takut murka Allah. Yang mereka khawatirkan cuma kalau tidak nyogok tidak bakalan dapat pekerjaan. Nyata benar keimanan yang rusak tidak dapat membedakan yang hak dan yang bathil.
    •  

      Udah zamannya kalee yg haram jd halal. Janganlah qta smua ikut”an yg spt itu rizkinya gk barokah.. Salam… 

    •  

      Yang nyogok sama yang di sogok sama aja sekongkol… 

    •  

      meski punya kemampuan yang g punya uang akan ttp nyanggur 

    •  

       

      ‎@BBS : tidak seharusnya pesimis seperti itu. Banyak perusahaan2 swasta nasional maupun asing yang bersih. bebas sogok dalam penerimaan karyawan. Yakinlah Allah akan memberi jalan keluar yang terbaik bagi hambanya yang bertakwa.
      Dengan rasa pesimisme, dan mengikuti kebanyakan orang yang salah. maka tidak akan membuat para penerima suap itu menyadari kesalahannya.
      Anak2 saya dan semua jamaah saya alhamdulillah terhindar dari menyogok dalam mencari pekerjaan.
    •  

      makasih atas nasihatnya !
      hanya saja saat ini sangat sulit untuk mndapat kerja yang menjajikan ! 

    •  

      Dulu, ketika saya masih muda ditugasi untuk merekrut karyawan. Dari hasil tes yang saya berikan ada salah seorang calon karyawan yang hasilnya baik sekali dan layak diterima sebagai karyawan. Sebelum hasil tes saya umumkan dia berusaha memberikan sejumlah uang kepada saya sebagai sogokan. Dan tidak berfikir panjang lagi saya nyatakan dia tidak diterima di perusahaan itu. 

    •  

      jika semua orang bisa sperti itu mungkin kasus pengangguran sprti saya ini akan tidak ada 

    •  

      @BBS : Itulah perlunya iman dan taqwa. Bagi orang2 yang bertaqwa Allah telah menjanjikan jalan keluar dan kemudahan dalam urusannya, datangnya rezeki yang tidak disangka-sangka, dan mencukupi kebutuhannya (Qs 65 : 2-4. Allah tidak menyalahi janjinya, kuncinya manusianya harus bertaqwa untuk meraih janji Allah. 

    •  

      insya allah 

    •  

       

      Seharusnya seseorang yang masuk kerja dengan cara menyogok itu merasa malu terhadap dirinya, malu sama karyawan lain dan malu sama Allah. 

      - Bila kinerjanya kurang baik, nanti sama atasan atau teman2nya akan dicemoohkan : “habis masuk kerjanya dapat nyogok sih”.
      - Begitu pula sebaliknya, kalau kerjanya baik dan orang-orang lain ngiri, merekapun akan mencemoohkan juga : :”pantesan maju dan disayang boss, habis nyogok sih”
      - Bagi yang telah nyogok cukup banyak mempunyai target bagaimana uang sogokannya bisa kembali secepatnya.
      - Kalau ada masalah akan selalu berusaha mencari orang yang menerima uang sogok.

    •  

      saya sangat setuju dengan pendapat ini
      sayangnya kasus sogok menyogok ini seperti tak akan mati malah makin menjadi – jadi. 

    •  

       

      ‎@BBS : Kuncinya adalah pada pencari kerja, kalau mereka tidak mau nyogok maka sogok-menyogok dalam perekrutan pegawai maka lambat laun hal ini akan hilang. Coba kalau tidak ada yang mau bayar “sogok” waktu mau masuk AKPOL, SEKOPOL, AKABRIdll apa akan dibiarkan sekolah2 tersebut kosong, atau rekrut calon perwira muda tidak berjalan ?
      Begitu pula bila calon2 karyawan PNS, BUMN dll tidak mau nyogok, apakah penerimaan pegawainya harus dihentikan ?
    •  

       

      dan cita cita saya untuk menjadi anggota TNI pun harus kandas akibat kasus seperti ini padahal kita saya hanya ingin membaktikan diri saya untuk negara kok harus menyogok malah saya dengar ada yang sampai 150 jt
      sungguh terlalu orang orang ini
    •  

      Oknum pengurus AKABRI, AKPOL, SECAPA, SEKOPOL dan lain-lainnya tidak menyadari, bahwa dengan cara yang demikian itu akan menjerumuskan bangsa ini kejurang kehancuran. 

    •  

      mudah mudahan saja mereka segera menghentikan kegiatan seperti itu sebelum peminat TNI dan yang lainnya tidak ada jika hal ini sampai terjadi maka dimasa depan indonesia tidak akan memiliki tentara lagi

Ahmadz Triyudo Jangan salahkan siapapun kalau rakyat membuka aib para pejabat pemerintah, aparat kepolisian, kejaksaan dan kehakiman, pengusaha, serta para pemuka agama. Semua itu harus disikapi dengan arif dan bijaksana demi kebaikan kita bernegara, berbangsa, bermasyarakat, berkehidupan di dunia dan di akhirat. Rakyat merindukan perbaikan di negeri tercinta ini.

    •  

      Akustia Tuga Itu kalau terpaksa boleh ya stat,utk mengingatkan …agr bisa berubahlah,minimal kalau tdk mampu dgn lapang dada ya turunlah…itu akan jauh lbh baik “ 

    •  

      Singgih Supriyanto tidak selalu buruk, manakala aib seseorang dibukakan, karena bisa jadi justru menjadi jelas apa yang semestinya menjadi prioritas dalam melakukan perbaikan diri. 

    •  

      merindukan syariah n khilafah 

    •  

      Andai saja negara ini berhukum pada syariat Alloh pasti lain kondisinya. Demokrasi sejak munculnya sampai skarang sudah terbukti keburukannya msih saja dipakai maka murka Alloh pun menyertainya. 

    •  

      Sikap arif dan bijaksana itu seperti apa sih pak…mungkin kebanyakan orang awam termasuk saya sudah biasa menyebut hal itu.. Tapi makna sebenarnya tidak paham alias 0. 

    •  

      kita balik kpd diri kita masing2, sudahkah kita menjalankan syari’at Allah dan Rosul Nya, Muslim yg baik selalu taat pd pemimpinya walaupun pemimpin itu Zhalim asalkan tdk taat pd kemaksiatan.. 

    •  

      ‎@AS : Arif dan bijaksana; berarti harus mau menerima kenyataan kalau memang demikian adanya, dan berusaha dengan sungguh2 untuk merubahnya. Walaupun berita kebenaran itu menyakitkan hati, terimalah dengan lapang dada dan bersyukurlah kepada orang yang mau menunjukkan kekurangan anda, dan bersyukur kepada Allah juga karena ada orang yang mau mengingatkan untuk kebenaran. Hindari kemarahan atau hawa nafsu untuk mensikapi hal-hal yang demikian, karena dengan cara demikian tidak akan membawa kebaikan dan menyelesaikan persoalan. Anggaplah bahwa orang yang mau membuka aib anda bertujuan supaya anda sadar kemudian memperbaiki diri. Yang demikian itu mereka lakukan karena sayang mereka terhadap anda.
    •  

       

      ‎@AI : Keadaan masyarakat semacam ini apakah harus didiamkan saja ? Misalnya masalah suap, korupsi, nepotisme, pemimpin yang tidak amanah, adalah masalah-masalah umum yang diketahui oleh banyak masyarakat. Sebagai seorang muslim harus mengingatkan saudaranya kalau memang saudaranya berbuat aib. Bahkan Rasulullah telah bersabda bahwa setiap orang beriman bila ada kebathilan harus berbuat dengan tangannya, mulutnya atau hatinya. Kalau tidak ada ketiga hal tersebut dalam dirinya berarti imannya telah hilang.
      Seseorang berani mengingatkan orang lain berarti dirinya juga harus selalu mengingatkan dirinya sendiri atau sudah tahu hikmah dari masalah yang diperingatkan, dan sudah barangtentu memahami kebenarannya dan meyakininya. 

      Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat) Maka tidakkah kamu berpikir (QS. 2:44).

      Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang memberi peringatan. (QS. 88:21)

      Kalau kita membiarkan segala macam kebatilan yang ada di sekitar kita, maka kita akan terkubur dalam kebatilan tersebut.

    •  

      Dan bagi para pejabat dan wakil rakyat jangan lupa bahwa dengan ijin Allah kalian ditunjuk dan diangkat oleh rakyat, oleh karena itu kalau ada rakyat yang tidak senang dengan hasil kerja kalian, maka harus kalian terima dengan lapang dada. 

    •  

      Pa Ahmadz dalam Qs An Nur 54, disana di jelaskan bahwa kita di bebankan atas apa yg menjadi tggjawab kita, mis; pertama kpd diri sendiri, keluarga lalu masyarakat sekitar. Jadi mengurus negara itu bukan tanggung jawab kita sebagai rakyatnya. Adapun mis pemimpin kita berbuat zhalim kan ada institusi2 terkait yg ‘menghukumi’ nya adapun Ulama2 hanya bisa memberi nasehat2 tanpa harus berlebihan.. 

    •  

       

      ‎@AI : Perhatikan bunyi surat An Nur 54 : 

      Katakanlah: “Ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada Rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, kewajiban kamu adalah apa yang dibebankan kepadamu.Dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk.Dan tiada lain kewajiban rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”. (QS. 24:54)

      Ayat ini sangat jelas, manusia harus taat kepada Allah dan RasulNya (bukan penguasa). Kewajiban Rasul adalah menyampaikan ayat dengan hak :

      Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan. (QS. 5:99)

      Disini mengandung makna bahwa kewajiban Rasulullah itu hanya menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada manusia, tidak lebih dari itu. Artinya tidak memaksa, tidak menjadikan memahami, dan tidak memberi sangsi.

      Sedangkan kewajiban umatnya adalah taat kepada Allah dan RasulNya :

      kewajiban kamu adalah apa yang dibebankan kepadamu.Dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk.Dan tiada lain kewajiban rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”. (QS. 24:54)

      Maaf ini bukan masalah pemerintahan.

    •  

       

      Rakyat wajib mengingatkan, bahkan boleh melawan kalau penguasa itu lalim : 

      Pahlawan syuhada adalah Hamzah bin Abdul Mutthalib dan orang yang menghadap penguasa yang zalim dan kejam untuk menyuruhnya berlaku baik dan mencegahnya berbuat kejahatan lalu dia dibunuh oleh penguasa. (HR. Al Hakim)

    •  

       

      Di dalam kisah Nabi Musa dan Harun, datang kepada Fir’aun untuk menasihati kekafiran dan kemusyrikaannya : 

      Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu membawa ayat-ayat Kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan. (QS. 7:103)
      Dan Musa berkata:”Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam, (QS. 7:104)
      wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku”. (QS. 7:105)

      Hadis riwayat Ma’qil bin Yasar ra.:
      Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Seorang hamba yang diserahi Allah memimpin rakyatnya mati sebagai penipu rakyatnya pada saat ia mati, maka Allah mengharamkan baginya masuk ke surga-Nya. (Shahih Muslim No.203)

      Khianat paling besar adalah bila seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya. (HR. Ath-Thabrani)

      Dan itulah (kisah) kaum Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran).

      Dan itulah (kisah) kaum Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). (Qs 11:59-60).

    •  

       

      وَالْعَصْرِ
      إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
      إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 

      Demi masa. (QS. 103:1)

      Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (QS. 103:2)

      kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. 103:3)

    •  

      Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang bijaksana dan dijadikan ulama-ulama mereka menangani hukum dan peradilan. Juga Allah jadikan harta-benda di tangan orang-orang yang dermawan. Namun, jika Allah menghendaki keburukan bagi suatu kaum maka Dia menjadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang berakhlak rendah. DijadikanNya orang-orang dungu yang menangani hukum dan peradilan, dan harta berada di tangan orang-orang kikir. (HR. Ad-Dailami) 

    •  

      Aku mendengar Rasulullah Saw memprihatinkan umatnya dalam enam perkara: (1) diangkatnya anak-anak sebagai pemimpin (penguasa); (2) terlampau banyak petugas keamanan; (3) main suap dalam urusan hukum; (4) pemutusan silaturahmi dan meremehkan pembunuhan; (5) generasi baru yang menjadikan Al Qur’an sebagai nyanyian; (6) Mereka mendahulukan atau mengutamakan seorang yang bukan paling mengerti fiqih dan bukan pula yang paling besar berjasa tapi hanya orang yang berseni sastra lah. (HR. Ahmad) 

    •  

      Barangsiapa diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang yang membutuhkannya maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat. (HR. Ahmad) 

    •  

      Menyuap dalam urusan hukum adalah kufur. (HR. Ath-Thabrani dan Ar-Rabii’) 

    •  

      Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya begitu saja dari manusia, akan tetapi Allah akan mengambil ilmu dengan cara mencabut (nyawa) para ulama, sehingga ketika Allah tidak meninggalkan seorang ulama pun, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh yang apabila ditanya mereka akan memberikan fatwa tanpa didasarkan ilmu lalu mereka pun sesat serta menyesatkan. (Shahih Muslim No.4828) 

    •  

      Aku menemui Nabi saw. bersama dua orang lelaki anak pamanku. Seorang dari keduanya berkata: Wahai Rasulullah, angkatlah kami sebagai pemimpin atas sebagian wilayah kekuasaanmu yang telah diberikan Allah azza wa jalla! Yang satu lagi juga berkata seperti itu. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya. (Shahih Muslim No.3402) 

    •  

      Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya akan muncul sepeninggalku sifat egois (pemimpin yang mengutamakan kepentingan diri sendiri) dan beberapa perkara yang tidak kamu sukai. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang engkau perintahkan kepada seorang dari kami yang mengalami zaman itu? Beliau menjawab: Laksanakanlah kewajiban kamu dan mohonlah kepada Allah yang menjadi hakmu. (Shahih Muslim No.3430) 

    •  

      Hai orang-orang yang beriman, janganlah kemu mengambil menjadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertawakkallah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman. (QS. 5:57) 

    •  

      pemimpin sekarang kan pilihan rakyat, entah rakyat yg mana, kalau ingin pemimpin yg baik mestinya dipilih oleh rakyat yg baik juga. kalau rakyat yg baik enggan melakukan kaderisasi pemimpin dan akhirnya diambillah kesempatan tsb oleh mereka yg kurang bahkan tidak baik dan tidak benar, sehingga akhirnya produk akhir adalah pemimpin yg tdk amanah bagi rakyat yg baik2 dan dalam kebenaran, maka siapakah yg harus dipersalahkan? 

    •  

      kalau iran sekarang ini memiliki pemimpin yg baik dan benar, itu sebuah proses yg kebetulan ataukah sebuah proses perjuangan dari rakyatnya? 

    •  

       

      ‎@SS : Semua kebaikan memerlukan perjuangan (jihad). Rasulullah dan para sahabat melakukan perjuangan yang berat untuk tegakknya Dienul Islam. Rakyat dan para pemimpin Iran juga berjuang dengan keras untuk menumbangkan tirani dan menegakkan syari’at Islam di negeri ini.
      Manusia harus berkehendak dan berjuang, kemudian kehendak Allah akan dihadirkan. 

      Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (QS. 35:15)

      Untuk kemenangan seperti ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja” (QS. 37:61)

    •  

       

      Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa’sallam bersabda; ”Barang siapa yg taat kpd KU berarti sungguh Ia telah taat kpd Allah, Barang siapa bermaksiat kpd KU berarti sungguh Ia telah bermaksiat kpd Allah, lalu Barang siapa taat kpd Amir (pemimpin) berarti ia telah taat kpd KU dan Barang siapa bermaksiat kpd Amir berarti Ia bermaksiat kpd KU.” 

    •  

      Dan menurut kesepakatan para Ulama, ”Barang siapa yg mencari cari kesalahan seorang pemimpin apalagi mencoba meruntuhkanya berarti Ia telah meruntuhkan sendi2 Islam.’
      Merobah suatu kemungkaran itu bila memungkinkan timbulnya kemungkaran yg lebih besar sebaiknya ingkarilah dalam hati saja, mungkin… bisa kita mendoakanya.
    •  

       

      ‎@AI : Pemimpin yang bagaimana dulu yang perlu ditaati ? Kalau pemimpin tersebut membawa kepada rakyat kepada kebaikan, keimanan dan ketaqwaan itulah yang pantas kita ikuti. Sedangkan pemimpin yang membawa rakyatnya sengsara, rusak moralnya, dan menjauhi kebenaran wajib kita mengingatkan.
      Pada kisah kaum Adz dimuka, mereka mengikuti pemimpin yang zalim, akibatnya dihancurkan oleh Allah. Demikian pula pada kisah Musa, Musa dan Harun datang ke Fir’aun untuk mengingatkan mereka. 

      Hadits tersebut jangan dilihat sepotong, dimana harus dijelaskan dengan ayat-ayat Al Qur’an, misalnya surat al Ashr atau ayat berikut :

      Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibubapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14)
      Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 31:15)

      Hadits lain yang saya sebutkan di atas kita disuruh memerangi kebatilan, sekurang-kurangnya membencinya (dalam hati)

    •  

      @AI : Kata “Mencari-cari kesalahan” dan “Menunjukkan kesalahan yang jelas dilihat umum untuk memberikan peringatan dan nasihat” jelas sangat berbeda. 

    •  

      Apakah suap dan korupsi itu suatu yang dicari-cari, atau memang sudah terbukti dengan nyata ? Bagaimana dengan pemimpin yang ngobral janji, kemudian janjinya tidak dipenuhi ? Bagaimana dengan wakil rakyat yang berfoya-foya menghambur-hamburkan uang negara ? Ini adalah fakta, bukan suatu yang dicari-cari. 

    •  

       

      Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putera Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia:”Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?”. Pengikut-pengikut yang setia itu berkata:”Kamilah penolong penolong agama Allah!”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (QS. 61:14) 

      Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (QS. 4:135)

    •  

       

      Bahwa Rasulullah saw. pernah mengirim sepasukan tentara serta mengangkat seorang lelaki untuk memimpin mereka. Lalu pemimpin itu menyalakan api dan berkata: Masuklah kamu sekalian! Beberapa orang telah hendak memasuki api itu, namun yang lainnya berkata: Kami telah berhasil melarikan diri dari api itu. Lalu kejadian itu disampaikan kepada Rasulullah saw. Kemudian kepada orang-orang yang ingin memasukinya beliau berkata: Jika kalian memasukinya, maka kalian akan tetap berada di dalamnya sampai hari kiamat. Kepada yang lain, Rasulullah saw. bersabda dengan ucapan yang baik dan beliau bersabda: Tidak ada kewajiban taat dalam berbuat maksiat kepada Allah. Sesungguhnya taat itu hanya untuk kebajikan. (Shahih Muslim No.3424) 

      Dari Nabi saw. beliau bersabda: Kewajiban seorang muslim adalah mendengar dan taat dalam melakukan perintah yang disukai atau pun tidak disukai, kecuali bila diperintahkan melakukan maksiat. Bila dia diperintah melakukan maksiat, maka tidak ada kewajiban untuk mendengar serta taat. (Shahih Muslim No.3423)

      Suap, korupsi, KKN, tidak amanah, menghamburkan uang negara, dll apakah bukan maksiat kepada Allah ??

    •  

       

      Coba sekali lagi perhatikan ayat berikut : 

      Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil menjadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertawakkallah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman. (QS. 5:57)

      Apa hakikat dari ayat tersebut di atas ?

      “Jangan kamu mengambil menjadi pemimpinmu, orang2 yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan”.

      Apakah para pemimpin yang korup, tidak amanah, hanya mementingkan golongannya, ahli suap dan sebagainya bukan termasuk orang-orang yang membuat agama Islam menjadi buah ejekan dan permainan ?

      Dan kalau kita tahu bahwa pemimpin yang dipilih berbuat demikian, apakah kita akan tetap mempertahankan pemimpin itu ? Pada kita dalam ayat tersebut bisa mengandung pemahaman “janganlah kamu mengambil menjadi pemimpinmu” atau bisa mengganti pemimpin yang tidak memenuhi syarat. Karena kalau kita tetap menggunakan pemimpin yang demikian, akibatnya sangat fatal bagi negara, bangsa dan agama.

    •  

      Pemimpin adalah gambaran dari rakyatnya. Jadi kalau pemimpinnya belum amanah, itulah gambaran rakyat yang memilihnya. Jadi tugas kita membenahi diri sendiri & terus saling mengingatkan dalam kebajikan. 

    •  

       

      membenahi diri sendiri adalah sebuah prioritas, namun hal tersebut belum cukup. janganlah mengambil pemimpin yg main2….. seyogyanya disikapi dengan mengambil pemimpin yang amanah, jangan trus disikapi tidak berbuat sesuatu. 

      perintah larangan adalah perintah yg dampaknya dahsyat bila tdk disempurnakan sebagai mestinya, dampak yg buruk juga belum hilang bila hanya disikapi dg tdk berbuat apa-apa, maka tak ada pilihan lalin selain aktif berjuang secara khafah, menolong agama Allah, dalam segala dimensi kehidupan, tdk cukup hanya mengurusi diri sendiri.
      karena proyek besar yg diberikan oleh Allah kepada manusia adalah menjadi khalifah di bumi, proyek yg menggoncangkan penduduk langit, dengan segala sikap dan pandangan yang meremehkan terhadap khalifah tsb, bahwa yg terjadi berkenaan dg khalifah adalah kerusakan dan pertumpahan darah, sementara mereka senantiasa dalam ketaatan memuji Allah. Pelajaran bagi kita adalah, jangan hanya jadi penonton, komentator walaupun sudah dpt menjaga diri dlm ketaatan.

    •  

       

      perang adalah hal buruk yg kita rasakan, namun tdk selalu buruk dlm pandangan Allah, apalagi yg diperangi adalah korupsi. dan tdk menutup kemungkinan bahwa peperangan melawan korupsi akan ada kerusakan dan pertumpahan darah, itu sebuah konsekwensi, karena tokoh dibalik perbuatan korupsi adalah makhluk yg diciptakan dari api, dia membakar dan melahap semua yg ada sampai habis dan tiada tersisa.
    •  

      tolong menolong dalam peperangan melawan korupsi dan tidak bercerai berai perlu disikapi dg benar, perlu ketegasan sikap dg bersinergi terhadap segala aktifitas yg sudah nyata2 menyatakan perang melawan korupsi

RAMUAN UNTUK IMPOTENSI

Impotensi pada sebagian pria sifatnya hanya sementara dan biasanya berkaitan dengan faktor psikologi. Penyebab utama terjadinya impotensi pada banyak pria sangat dipengaruhi gangguan emosional atau mental (psikologis). Gangguan psikis, kelainan pada susunan saraf, dan kelelahan fisik membuat mekanisme ereksi (ketegangan) alat kelamin tidak berjalan dengan baik.

Ramuan :
300 gram ginseng
20 gram cabe jawa
20 gram lada
15 gram jahe merah
4 gelas air (800 ml)

Cara pembuatan

semua bahan simplisia dicuci bersih, direbus hingga air rebusan tersisa 2 gelas, kemudian disaring.

Aturan pemakaian :

Diminum 2x pada pagi dan sore hari. Sekali minum 1 gelas. Bisa ditambahkan 1 butir kuning telur dan 2 sendok makan madu murni, kemudian diaduk dengan sendok hingga merata.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.