Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Kita sekalian telah membedakan adanya atau eksistensi antara manusia-Nya dengan manusia mahluk-Nya. Adanya lahir-bathin, Diri-Wujud-Isi atau sesuatu yang dapat diserah-pasrahkan kepada yang Maha Raja. Namun dalam kaji kita kali ini terjudulkan “Diri Mengenal Allah” atau bisa dijadikan suatu cara diantara sekian data ketauhidan, dimana manusia yang beriman-Nya dan bertakwa dapat mengadakan komunikasi-informasi-motivasi dengan Robbul’alamin dan yang Maha.
Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dia mempunyai al asma-ul husna (nama-nama yang baik lagi indah). (QS 20:8)
Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS 22:74)
Allah memilih utusan-utusan-Nya dari Malaikat dan dari manusia, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS 22:75)
Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah di-kembalikan segala urusan. (QS 22:76)
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS 57:3)
Kepunyaan‑Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dia meng-hidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 57:2)
Dialah yang menurunkan kepada hamba‑Nya ayat‑ayat yang terang (Al Qur’an) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar‑benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu. (QS 57:9)
Dari ayat-ayat tersebut di atas kita kenal nama Allah di Al Hasyr 22-24, bahwa ada 99 nama yang baik di sisi-Nya terciptakan agar Dia dikenal dan Diri hamba yang dikehendaki-Nya mengenal. Mengapa hanya Diri yang dipermasalahkan dalam pengenalan dengan nama-nama Yang Maha itu ?
Logika Allah bukan logika manusia atau logika duniawi, hanya Diri yang tidak bisa dibohongi, Diri anda selalu teraniaya tatkala badan yang lahir batin tak terperhatikan dengan pakaian penutup aurat, pakaian perhiasan, pakaian taqwa. Bahkan ada yang diistilahkan makanan yang dipusatkan pada keperluan – kebutuhan – kepentingan kehidupan pada masa kesementaraan hidup di muka bumi.
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian dimuka bumi dan Kami adakan bagimu dimuka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (QS 7:10)
Allah berfirman : “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan”. (QS 7:25)
Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya sesuatu menurut ukuran (QS 15:19).
Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami ciptakan pula) mahluk -mahluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki padanya. (QS 15:20)
Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu. (QS 15:21)
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali‑kali janganlah kehidupan dunia memper-dayakan kamu dan sekali‑kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS 35:5)
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesunguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala‑nyala. (QS 35:6)
Orang‑orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS 35:7)
Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) meng-anggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki‑Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki‑Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS 35:8)
Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu. (QS 35:9)
Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada‑Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan‑Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. (QS 35:10)
Sedangkan Diri bukan membawa kepentingan-keperluan-kebutuhan lahiriah dan batiniah, tetapi membawa sesuatu dari Yang Maha Pencipta, atau adanya ayat-ayat Allah; Kalam-Lafadz-Kalimah-Ayat-Qalam, fungsi dan perintah dan larangan. Lalu, mendapatkan rezki dan nikmat dari Allah secara langsung, bermasalah keperluan-kepentingan-kebutuhan Allah, dari Yang Maha, maka segala sesuatunya, urusan dan pedoman/ ketentuannya tetap dari Allah, tidak dalam perserikatan atau per-sekutuan.
Subhana Robbika-Robbi’zjati amma yasifun, laisa kamislihi syai’un, laa illah illalahu wahdahu laa syarikalah lahulmulku wa lahulhamdu yuhyi wa yumitu wahuwa ‘ala qulli syai’in qodir.
Jadi, hanya Diri-lah yang bisa kembali ke hadirat Illahi Robbi, sedangkan apa yang lahir dan batin pasti kembalinya ke bumi, karena asal kejadian manusia dari tanah. Diri-lah yang mengenal Allah, bukan sesuatu yang jasad yang terbangkaikan bisa berhadapan dengan Allah. Sementara Diri telah dipersiapkan Allah:
Diri yang ditiupkan (As Sajdah 8-9)
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). (QS. 32:8)
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh / diri (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS. 32:9)
Diri yang diwahyukan :
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu roh / diri dengan perintah Kami. (QS. 42:52)
Diri-Nya yang dihadirkan selaku Roh Pertolongan :
Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dengan roh pertolongan yang datang daripada-Nya. (QS 58:22)
Sedangkan diri / roh yang dibawa ketika kita belum beriman-Nya (baru sekedar beriman pribadi) diperintahkan untuk dibunuh atau keluar dari kampung (lingkungannya)
Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka). (QS 4:66)
Sehingga ada data kehidupan, hidup dengan cahaya-Nya.
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, mereka itu orang-orang Shiddiqiin dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. (QS 57:19)
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan mala-ikat‑Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS 33:43)
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (QS 5:16)
Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang mereka kerjakan. (QS 6:122)
Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS 24:35)
Bukan cahaya duniawi atau cahaya alami atau cahaya karena ada api dan nyala keapian (elektrik). Padahal dalam usaha atau upaya manusia, sekalipun telah dijadikan Iptek Dunia bisa menghidupkan data kefanaan, fatamorgana, maya, bayangan, samar (seperti halnya siaran radio, televisi, video, film, system detector / testimeter dan lain sebagainya).
Bagaimana dengan ketetapan Allah seperti di:
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, dimuka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas nama Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada dalam diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS 13:11).
Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu”. Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang‑orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (lurus, benar). Dan barang-siapa yang disesat Allah, maka tak ada seorang pun yang akan memberi petunjuk baginya. (QS 13:33)
Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Qs 8:53)
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaan-Nya), (QS 91:7)
maka Allah mengilhamkan (alhamaha) kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, (QS 91:8)
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (QS 91:9)
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS 91:10)
Hai jiwa yang tenang (nafsu mutmainah). (QS 89:27)
Kembalilah (irjii ‘i) kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. (Qs 89:28)
Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, (QS 89:29)
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS 7:26)
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari syurga, ia menanggalkan pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang yang tidak beriman. (QS 7:27)
Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami menger-jakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (melakukan) perbuatan yang keji”. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS 7:28)
Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu disetiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya”. (QS 7:29)
Sesungguhnya orang‑orang yang tidak mengharapkan (tidak yakin) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia (beragama sebatas lahiriah/keduniawian) serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang‑orang yang melalaikan (tidak memahami) ayat‑ayat Allah, (QS 10:7)
mereka itu tempatnya ialah Neraka, disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. (QS 10:8)
Dari ketiga permasalahan Diri tatkala dihadapkan kepada Allah (dipertemukan dengan Yang Maha Pencipta), maka ayat-ayat-Nyalah yang aktif menyandangkan derajat di sisi-Nya, sehingga ada tiga golongan yaitu:
1. Golongan terdahulu beriman,
2. Golongan kanan,
3. Golongan kiri.
Fahami surat Al Waqi’ah di mana suatu Diri diperhitungkan dengan balasan di sisi Allah seketika berhadapan dengan Al Kitab-Al Qur’an-Ayat.
Di situ kita mengenal Diri-diri yang:
Sungguh-sungguh berharap bertemu dengan Allah (khusyu’), lalu terpenuhi hasyratnya (Al Baqarah 45-46), dan mendapat balasan dengan memperoleh kebun-kebun di syurga.
Kemudian, golongan yang tidak condong kepada kehidupan dunia juga tidak mengikuti hawa nafsunya (selalu istiqomah – tuma’ninah), maka ia mendapat balasan dengan memperoleh pohon-pohon di syurga tetapi tidak memiliki kebunnya.
Lalu ada Diri yang merasa tenteram dengan kehidupan yang ingkar pertentangannya dengan Allah, tenteram dalam berkehidupan dunia, maka ia mendapatkan pohon zaqqum sebagai balasannya.
Yang dipertanyakan-Nya ialah bagaimana apabila diri / jiwa tidak dikuasai Allah dan mengapa tidak mengisi kebenaran-Nya, apabila mereka yakin bahwa Dirinya itu ciptaan Allah. (Siapakah yang menciptakan air mani asal muasal kejadian insan). Dari sinilah awal keadaan Dhukhan atau polusi, yaitu dengan dijajakinya diri manusia terisi bukan dengan ayat-ayat yang hakiki (yang Haq-Mutlak-Murni) dan tidak mendapat Ma’rifat-Nya, namun hanya diisi dengan apa yang ditundukkan Allah di langit dan di bumi untuk nikmat lahir batin saja. Sehingga diri terabaikan dan nikmat dari Allah terdustakan-dosa-prasangka-kepengetahuan saja dan dalam persekutuan tanpa hujjah-kesucian-kebenaran-ilmu-sa’ah-fitrah-ad Dien Islam. Sehingga mereka membantah Allah dan berjalan melalui jalur kezaliman dan persekutuan.
Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun. (QS 30:29)
yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap‑tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS 30:32)
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS 30:41)
Katakanlah: “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”. (QS 30:42)
Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik. (QS 29:34)
Dan sesungguhnya Kami tinggalkan darinya satu tanda yang nyata bagi orang yang berakal (ya’qiluun). (QS 29:35)
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan diantara manusia ada yang mebantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan (QS 31:20)
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan lah”. Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka). (QS 31:21)
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. (QS 18:57)
Maka bagi kita masalah ini harus dijadikan pelajaran jangan sampai suatu yang Hak / makrifat-Nya tidak bisa kita raih karena hanya yang dari Allah-lah akan dapat dikembalikan kepada Yang Maha Memiliki itu. Dimana dalam upaya menegakkan ayat-ayat-Nya dan menolong Agama Allah.
Jadi yang harus diingat dan ditetapi dalam keyakinan para jamaah ialah adanya Diri dalam fitrah menyatu dengan agama Fitrah-Nya.
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS 30:30)
dengan kembali bertaubat kepada‑Nya dan bertakwalah kepada‑Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, (QS 30:31)
Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan Malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu (Robb) atau kedatangan sebagian tanda-tanda (ayat) Tuhanmu. Pada hari datangnya tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: “Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu”. (QS 6:158)
Dan diantara ayat‑ayat (tanda‑tanda kekuasaan)‑Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk ‑makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki‑Nya. (QS 42:29)
Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan qalam. (QS 96: 4)
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS 96:5)
Sehingga adanya “KUN-Allah” yang dijadikan pusat kesatuan Diri-Ayat-kehendak dan keridhaan-Nya bagi siapa yang ditarik dan dikehendaki-Nya masuk ke Ad Dien Islam-Nya.
Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan‑Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: “Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya”. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki‑Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)‑Nya orang yang kembali (kepada‑Nya). (QS 42:13)
Hak bagi Allah (menerangkan-menurunkan-mendidik) jalan yang lurus, dan diantara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Allah menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya. (QS 16:9)
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada ornng yang dikehendaki‑Nya, dan Allah lebih mengetahui orang‑orang yang mau menerima petunjuk. (QS 28:56)
Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk. (QS 92:12)
dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. (QS 92:13)
Sesungguhnya (ayat‑ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (QS 76:29)
dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS 76:30)
(yaitu) bagi siapa diantara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. (QS 81:28)
dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (QS 81:29)
Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berke-inginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikit pun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan Hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan karunia Allah sangat besar atasmu. (QS 4:113)
Untuk kita dalam DIAN-pun ada cara ciri berijtihad sehingga ada komunikasi informasi dan motivasi atas gubahan Tarekat Islam.
Semoga uraian Diri dan Allah ini menjadi lambang kekhusyu’an keistiqomahan ketuma’ninahan kita seka-lian, bahwa yang kita bicarakan selama berdiskusi ialah ayat-ayat yang hakiki yang wujud, artinya bahwa sesuatu yang di:
Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang haq (Al Qur’an) tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan. (QS 6:5)
Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui. (QS 6:67)
Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. (QS 6:87)
Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi. (QS 6:88)
Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar (sifa) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS 17:82)
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dalam jihad yang besar. (QS 25:52).
Hai orang yang berselimut,
bangunlah (untuk sembahyang) dimalam hari,
kecuali sedikit (darinya),
(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit,
atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan‑lahan.
Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. (QS 73:1-5)
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang yang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali‑kali tidak dapat menentukan batas‑batas waktu‑waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada diantara kamu orang ‑orang yang sakit dan orang‑orang yang berjalan dimuka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)-nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 73:20)
Ketika orang‑orang kafir menanamkan, dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul‑Nya, dan kepada orang-orang mu’min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS 48:26)
Menjadi kenyataan juga.
Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah”. Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat‑Nya (Al Qur’an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (QS 42:24)
Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir. (QS 8:7)
Agar Allah menetapkan yang haq (Islam) dan membatalkan yang batil walau pun orang-orang yang berdosa itu tak menyukainya. (QS 8:8)
(Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada di bawah kamu). Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilakukan, yaitu agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, (QS 8:42)
(yaitu) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu didalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepadamu (berjumlah) banyak tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS 8:43)
Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanya kepada Allahlah dikembalikan segala urusan. (QS 8:44)
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (Anfaal 45)
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS 8:46)
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. (QS 8:47)
Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kamu hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat (berhadapan), syaitan itu balik kebelakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri darimu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya. (QS 8:48)
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir dibawah-nya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah “Salam”. (QS 14:23)
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya ke langit. (QS 14:24)
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap sedikit pun. (QS 14:26)
Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal. (QS 14:11)
Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang yang bertawakkal itu berserah diri. (Qs 14:12)
Lebih utama dan meraih keutamaan-Nya itu ialah adanya kesatuan Diri dengan “Nama Robb” dan dengan “Nama Allah” (Bismi Robbika dan Bismillah) dan tidak menyatu atau melangkah dengan Syaitan, kesyetanan. Selalu ber “Ta’awudz” ber-audzubillahi minassyaithanirrojim”. Yaitu tidak berada dalam keadaan-bacaan-pelaksanaan yang tidak diridhoi-Nya.
Yang dilaknati Allah, dan Syaitan itu mengatakan: “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan”. (QS 4:118)
Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, dan akan menyuruh mereka (memotong telinga binatang-binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, akan saya suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya. Barang siapa yang menjadikan syaitan sebagai pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (QS 4:119)
Syaitan itu meberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka. (QS 4:120)
Maka mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. (QS 6:43)
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah disampaikan kepada mereka Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka seketika itu mereka terdiam berputus asa. (Qs 6:44)
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta alam. (QS 6:45)
Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: “Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apa pun”. Demikian pulalah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: “Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?” Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanya berdusta. (Qs 6:148)
Dia (iblis) berkata : “Terangkanlah kepadaku inikah orang yang Engkau muliakan atas diriku ? Sesungguhnya bila engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil”. (QS 17:62)
Tuhan berfirman : “Pergilah, barang siapa diantara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (QS 17: 63)
Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi diantara mereka dengan ajakanmu dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki (pasukan berkendaraan dengan peralatan atau manusia bionik yang dilatih keperkasaan) dan berserikatlah dengan mereka pada harta (tata ekonomi dunia korupsi, pemborosan, haram) dan anak-anak, (hasil perzinaan, oleh tubuh wanita, anak jadah, anak hasil kumpul kebo atau anak buatan, cangkokan, tabung) berilah janji mereka (isme-isme, ilmu pengetahuan dan teknik, kebudayaan, moral dunia). Dan tidak ada yang dijanjikan syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS 17:64)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta ‑hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS 63:9)
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni neraka; mereka itu kekal di dalamnya. (QS 7:36)
Kita harus bisa menghindari ayat-ayat Allah yang hanya dijadikan kahinin (mantera-ucapan tukang tenung) dan sya’irin atau yang dipertukarkan dengan harta dunia, harga yang rendah dan tidak ber-Ilmu Allah, tidak ber-Petunjuk-Nya, dan tidak ber-Kitab-Nya.
Wabillahi taufik wal hidayah, assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh.
aku salut semoga menjadi pegangan ku